Memetakan Pemikiran Dan Rencana

Posted by

|Pembahasan Mengenai Cara Memetakan Pemikiran Dan Rencana|

Banyak rencana dan harapan yang kita punya terkadang kandas begitu saja. Dan mungkin juga kita sering merasa bingung dengan keterbatasan kemampuan yang kita miliki. Banyak perencanaan dan pemikiran yang dibuat akan tetapi tidak satupun dari perencanaan dan pemikiran tersebut mengenai sasaran. Bahkan terkadang pemikiran kita terpecah belah tanpa arah. Ketidak kosentrasian kita dalam merencenakan masa depan membuat kita tidak mempunyai langkah yang tepat untuk menyambut masa depan yang penuh tantangan.

Dalam sebuah kajian atau diskusi yang pernah penulis ikuti dengan tema “Metode Berpikir”, banyak memberikan masukan kepada penulis tentang bagaimana mengarahkan rencana-rencana dan pemikiran yang dapat kita lakukan. Dan pada kesempatan ini penulis mencoba berbagi wacana kepada pembaca tentang bagaimana memetakan pikiran kita atau yang disebut sebagai Mapping Mind set.

Otak manusia yang terdiri dari miliaran sel syaraf merupakan suatu potensi luar biasa yang diberikan oleh sang pencipta bagi manusia untuk dapat mengem,bangkan kehidupan didunia ini. dan sekarang dikembalikan lagi kepada kita sebagai manusia untuk mengoptimalkannya. Salah satu cara mengoptimalkan fungsi otak adalah dengan berfikir posif dan logis agar dapat membuat rencana-rencana dan pemikiran yang kita miliki menjadi sesuatu yang berguna. Dan ternyata mengoptimalkan hal tersebut bukan sesuatu yang mudah. Banyak harapan yang dibuat akan tetapi tak pernah terwujud dalam sebuah realitas dan hanya menjadi lamunan diatas kursi goyang.

Diantara realitas dan harapan ada jarak atau pemisah (gap/barrier). Jarak atau pemisah tersebut dapat berupa kesulitan-kesulitan baik bersifat internal maupun eksternal yang menghambat laju gerak kita. Salah satu penyebab jarak atau pemisah ini timbul dikarenakan kita tidak mampu keluar dari logic box. 

Lalu timbul sebuah pertanyaan apakah logic box itu ? Logic box dapat diartikan sebagai aturan-aturan, konsep atau norma yang berlaku, dimana isi dari aturan, konsep atau norma tersebut mengikat kebebasan kita berpikir. 

Dalam kehidupan sehari-hari banyak ditemukan kata-kata yang mengandung Logic Box, diantaranya :
  • “Kamu kalau sudah lulus kuliah, nanti langsung kerja disuatu perusahaan.”
  • “Kalau jadi orang tuh jangan macam-macam, yang biasa-biasa saja.”
  • “Kalau sudah jadi sarjana, pasti dapat kerjaan yang enak.”
Dari contoh diatas terlihat jelas bahwa kita sering terkurung oleh aksioma-aksioma yang terkadang membuat kita menjadi impotensi (kehilangan potensi diri). Misalnya saja pada contoh kalimat pertama diatas, dimana ada pernyataan bahwa orang yang telah lulus kuliah selalu diasumsikan untuk menjadi karyawan disebuah perusahaan. Padahal mungkin secara realita tidak semuanya seperti itu, kita punya banyak pilihan dengan potensi yang kita miliki misalnya saja jadi seorang entrepreuneur, pengusaha atau hal lain yang bisa kita kerjakan. 

Oleh karena itu kita perlu melakukan sesuatu agar dapat keluar dari yang namanya “Logic Box” tersebut. Setidaknya ada 3 (tiga) hal yang harus dilakukan untuk keluar dari logic box, yaitu :

1. Kuatkan tekad / Niat
Tekad dan kemauan yang kuat dalam diri seseorang akan memberikan suatu kekuatan semangat yang sangat luar biasa untuk dapat menghadapi segala tantangan yang ada didepan mata guna meraih cita-cita. Kekuatan tekad / niat tentunya tidak datang dengan sendirinya perlu sebuah latihan yang keras dan dorongan semangat dari lingkungan eksternal.

2. Optimalkan Usaha
Setelah modal tekad yang kuat kita raih, langkah selanjutnya adalah mengoptimalisasikan langkah dan usaha kita. Di dalam optimalisasi usaha banyak yang dapat kita lakukan diantaranya pembuatan strategi yang jitu untuk dapat meraih hal yang kita inginkan. 

3. Tawakal
Satu hal yang paling penting kita kita sudah menguatkan tekad dan mengoptimalkan usaha kita adalah tawakal kan hasilnya pada sang pencipta. Karena mungkin diluar rencana kita, ada hal yang dapat terjadi.

Setelah kita dapat keluar dari logic box yang kita miliki, maka langkah selanjutnya adalah memetakan pemikiran kita (Mapping mind set) agar tepat mengenai sasaran didalam sebuah realitas. Ada 6 (Enam) langkah untuk melakukan Mapping Mind Set, yaitu :

a. Mind Map
Pada langkah ini, kita memetakan rencana-rencana dan pemikiran-pemikiran kita dalam bentuk visual map (Langkah dan rencana harus dituangkan dalam bentuk tulisan) sehingga kita dapat melihat apa saja rencana-rencana dan pemikiran yang kita miliki.

b. Focus
Pada langkah ini, kita mencoba memberikan perhatian khusus pada rencana-rencana dan pemikiran tersebut.

c. Underline
Pada tahap ini, kita garis bawahi focus yang kita buat sehingga menjadi sebuah perhatian penting bagi kita.

d. Asumption
Setelah kita punya focus dan telah digaris bawahi kemudian buat asumsi positif dari hal tersebut.

e. keyword
Setelah asumsi dibuat, cari kata

Gambar: Pemetaan Pikiran


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 3:45 AM

0 comments:

Post a Comment