Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatan, Komplikasi dan Pencegahan Meningitis

Posted by

Gejala Meningitis 
Kasus meningitis harus ditangani secepatnya karena dianggap sebagai kondisi medis darurat. Meningitis bisa menyebabkan septikema dan ini bisa berujung pada kematian.
 
 
Gejala Meningitis Bakterialis Pada Remaja dan Orang Dewasa
Jika Anda dicurigai mengidap meningitis bakterialis, Anda harus segera menghubungi rumah sakit terdekat atau segera menuju ke rumah sakit secepatnya. Ada tanda-tanda awal yang mungkin Anda lihat sebelum gejala-gejala yang lain muncul. Meningitis bakterialis memiliki gejala yang muncul secara tibatiba dan bisa memburuk dengan cepat.
 
 
Jika terjadi demam tinggi disertai dengan pertanda awal di bawah ini, harap segera menghubungi dokter atau langsung menunju rumah sakit terdekat. Sekali lagi, ini merupakan kondisi medis darurat. Tanda-tanda awalnya adalah:
  • Nyeri pada otot dan persendian, misalnya pada tangan dan kaki
  • Tangan dan kaki akan kedinginan atau bahkan menggigil 
  • Kulit pucat atau muncul bintik-bintik merah yang tersebar 
  • Bibir terlihat biru
 
Gejala awal dari meningitis bakterialis sangat umum dan mirip dengan penyakit lain, di antaranya demam, sakit kepala parah, badan merasa tidak enak, mual, muntah-muntah.
 
Demam berarti suhu tubuh mencapai 38° Celcius atau lebih, hal ini bisa terjadi pada orang dewasa dan anak-anak. Tanda demam lainnya adalah wajah akan terasa panas saat disentuh dan kulit akan terlihat memerah.
 
 
Saat meningitis bakterialis bertambah parah, kondisi ini bisa menyebabkan beberapa hal seperti berikut ini:
  • Bernapas cepat 
  • Bingung 
  • Mengantuk 
  • Leher kaku, meski hal ini jarang terjadi pada anak kecil 
  • Ruam merah terang yang tidak memudar atau berubah warna saat gelas ditekan di atas ruam itu. Tapi gejala ini tidak selalu ada pada setiap orang 
  • Sensitif terhadap cahaya (fotofobia), hal ini jarang terjadi pada anak kecil 
  • Kejang-kejang
 
Perlu diingat bahwa tanda dan gejala di penderita meningitis bisa berbeda-beda. Sebagian besar hanya mengalami sebagian gejala-gejala di atas.
 
 
Gejala Meningitis Bakterialis Pada Anak Kecil dan Bayi
Anak kecil dan bayi memiliki gejala-gejala meningitis bakterialis berbeda. Ada kemungkinan terjadi pembengkakan pada bagian ubun-ubun pada sebagian bayi yang mengidap meningitis. Gejala-gejala yang mungkin terjadi di antaranya:
  • Terus menerus menangis tanpa alasan 
  • Mudah marah dan tidak mau digendong 
  • Kehilangan selera makan 
  • Muntah-muntah 
  • Pucat dan muncul bintik-bintik merah 
  • Sangat mengantuk dan tidak ingin bangun 
  • Lunglai dan tidak responsif. Pergerakan yang kaku dan patah-patah 
  • Tatapan kosong
 
Gejala Meningitis Virus
Gejala-gejala flu ringan akan muncul pada kebanyakan orang yang mengidap meningitis virus seperti demam, sakit kepala, dan badan merasa tidak sehat.
 
Meningitis virus biasanya tidak berlanjut menjadi septikemia atau infeksi darah, berbeda halnya dengan meningitis bakterialis yang berpotensi terjadi komplikasi. Tapi pada kasus yang lebih parah, gejala-gejala meningitis virus dapat berupa:
  • Diare 
  • Mual dan muntah-muntah 
  • Leher kaku 
  • Nyeri otot atau persendian 
  • Mata menjadi sensitif terhadap cahaya (fotofobia) 
 
Penyebab Meningitis
Seseorang terkena meningitis ketika terjadi peradangan pada meninges yang berfungsi sebagai pelindung otak dan saraf tulang belakang. Meningitis disebabkan oleh dua mikroorganisme utama, yaitu bakteri dan virus.
 
 
Meningitis Akibat Bakteri
Terdapat beberapa bakteri yang diketahui bisa menyebabkan meningitis, misalnya:
  • Neisseria meningitidis – dikenal sebagai bakteri meningokokus 
  • Streptococcus pneumoniae 
  • Haemophilus influenza tipe B (Hib), Escherichia coli (E. coli), listeria dan TB – jenis bakteri yang lebih jarang menyebabkan meningitis
 
Neisseria meningitidis adalah penyebab paling umum meningitis bakterialis. Bakteri ini bisa hidup di dalam hidung dan tenggorokan tanpa menyebabkan infeksi. Tapi, ada waktu di mana bakteri ini bisa melawan dan mengalahkan sistem kekebalan tubuh manusia sehingga mengakibatkan meningitis.
 
Pada umumnya, orang dewasa memiliki kekebalan terhadap Neisseria meningitidis. Bakteri ini tidak bisa hidup lama di luar tubuh manusia. Bakteri ini biasanya menyebar melalui kontak langsung atau dari jarak dekat, misalnya melalui batuk, bersin, atau berciuman.
 
Streptococcus pneumoniae juga bisa hidup di hidung dan tenggorokan manusia tanpa menimbulkan infeksi. Tapi ketika sistem kekebalan tubuh manusia turun, bakteri ini bisa menyerang dan menyebabkan meningitis. Bakteri ini lebih sering menyebabkan meningitis pada bayi, yaitu pada saat sistem kekebalan tubuh belum sepenuhnya berkembang.
 
 
Meningitis Akibat Virus
Virus dapat masuk ke dalam tubuh manusia dan bergerak menuju meninges atau selaput pelindung otak dan saraf tulang belakang. Ketika telah sampai di meninges, virus pun dapat menyebabkan radang atau meningitis.

Berikut ini adalah beberapa contoh virus yang dikenal bisa menyebabkan meningitis:
  • Enteroviruses: biasanya menyebabkan infeksi perut 
  • Virus herpes simplex: menyebabkan herpes genital 
  • Virus cacar air 
  • Virus campak 
  • Virus influenza
 
Diagnosis Meningitis 
Karena kemunculannya secara tiba-tiba dan gejalanya yang mirip seperti flu, meningitis sulit untuk didiagnosis. Diagnosis meningitis dilakukan berdasarkan sejarah kesehatan keluarga, tes fisik, dan beberapa tes diagnosis lainnya.
 
 
Tes Menguji Meningitis Akibat Bakterialis atau Virus
Meningitis adalah penyakit yang sangat serius, jadi untuk anak kecil bisa pulih sepenuhnya, penyakit ini perlu ditangani secepatnya. Untuk menentukan apakah meningitis disebabkan oleh bakteri atau virus, tes klinis perlu dilakukan. Diagnosis tidak mungkin dilakukan hanya berdasarkan gejala-gejala yang ada. Meningitis berpotensi mematikan karena bisa berubah menjadi septikemia (infeksi darah) karena itu meningitis harus diperlakukan sebagai kondisi medis darurat.
 
 
Pertolongan MedisSegera hubungi dokter atau langsung menuju ke rumah sakit terdekat jika Anda mencurigai meningitis dari gejala-gejala yang ada, terutama yang muncul pada anak-anak.
 
Kapan pun gejala itu muncul, Anda harus segera menuju IGD (Instalasi Gawat Darurat) di rumah sakit terdekat. Meningitis adalah kondisi yang serius dan gawat, jadi pastikan penanganan terjadi secepatnya. Jangan menunggu ruam berwarna ungu untuk muncul. Tidak semua penderita meningitis akan memiliki gejala ini. Jika Anda tidak yakin, lebih baik untuk segera hubungi dokter atau datang langsung ke klinik atau rumah sakit terdekat.
 
 
Cara-cara Untuk Memastikan Diagnosis
Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda-tanda meningitis dan septikemia atau infeksi darah, misalnya ruam. Diagnosis juga akan dipastikan melalui tes, antara lain:
  • Tes darah. Dilakukan untuk mencari bakteri atau virus yang menyebabkan meningitis. 
  • Lumbar puncture atau pungsi lumbal. Sampel dari cairan serebrospinal diambil dari dasar tulang belakang dan diperiksa apakah terdapat bakteri atau virus. 
  • Pindai X-ray dada. Untuk mencari tanda-tanda infeksi. 
  • CT scan

Pengobatan Meningitis
Orang yang dicurigai mengidap meningitis atau septikemia harus dibawa ke rumah sakit secepatnya. Ini adalah kondisi serius dan darurat. Penanganannya tergantung kepada tipe meningitis yang dimiliki.
 
 
Meningitis Akibat Bakteri
Perawatan di rumah sakit secepatnya diperlukan bagi pasien meningitis bakterialis. Bagi pasien dengan meningitis yang sudah parah, penanganan mungkin dilakukan di Ruang Perawatan Intensif atau ICU.
 
Infeksi bakteri ditangani dengan antibiotik. Obat ini diberikan melalui infus ke dalam pembuluh darah di tangan. Jika antibiotik berhasil mengatasinya, maka hanya perlu menghabiskan waktu sekitar seminggu di rumah sakit. Tapi jika kondisi yang terjadi sudah parah, mungkin harus dirawat di rumah sakit selama beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan.
 
Penanganan mungkin juga akan meliputi pemberian oksigen, cairan infus dan steroid, atau obat lain. Steroid diberikan untuk mengurangi inflamasi atau radang di otak. Dan perlu diingat bahwa penyakit meningokokus (kombinasi meningitis dan septikemia) bisa menyebabkan komplikasi jangka panjang.
 
 
Meningitis Akibat Virus
Kasus-kasus meningitis virus bisa terbagi menjadi dua, parah dan ringan. Di bawah ini adalah bentuk-bentuk dari pengobatannya. 
 
 
Pengobatan meningitis virus ringan
Kebanyakan penderita meningitis virus tidak perlu dirawat di rumah sakit. Penanganan di rumah sendiri untuk mengatasi meningitis virus, antara lain:
  • Obat pereda rasa sakit untuk sakit kepala 
  • Obat anti emetik atau anti mual, agar tidak muntah-muntah 
  • Banyak istirahat 
  • Minum banyak cairan
Dengan penanganan di atas, kebanyakan penderita dapat pulih dalam 1-2 minggu.
 
 
 
Pengobatan meningitis virus parah
Jika gejala meningitis virus cukup parah dan perlu dirawat di rumah sakit, maka akan diperlakukan sama seperti penanganan meningitis bakterialis, yaitu dengan memakai antibiotik. Antibiotik akan ditarik jika diagnosis meningitis virus sudah dipastikan, tapi cairan infus akan terus diberikan untuk membantu proses pemulihan tubuh. Obat anti virus mungkin akan diberikan. Ini terjadi ketika kasus meningitis virus bertambah parah pada seseorang yang dirawat di rumah sakit.
 
 
Cara Mengendalikan Infeksi Yang Terjadi
Risiko penyebaran kasus meningitis cukup rendah karena kebanyakan kasus meningitis terisolasi. Untuk pencegahan agar tidak terinfeksi, satu dosis antibiotik bisa diberikan. Misalnya antibiotik diberikan pada anak yang bermain dengan anak lain yang mengidap meningitis bakterialis.


Komplikasi Meningitis
Penyakit meningokokus adalah kondisi dimana meningitis dan infeksi darah terjadi bersamaan. Dari seluruh kasus meningitis, diperkirakan 25% orang dengan penyakit meningokokus akan mengalami komplikasi. Meningitis bakterialis bisa memberi tekanan yang berat pada tubuh dan otak. Tingkat keparahan komplikasi bisa bersifat sementara atau permanen, serta berbeda-beda pada berbagai orang. 
 
Risiko komplikasi makin tinggi jika infeksi meningitis makin parah. Komplikasi ini lebih sering terjadi pada kasus meningitis bakterialis daripada kasus meningitis virus. Berikut ini adalah beberapa komplikasi yang bisa terjadi:
  • Masalah ingatan atau konsentrasi 
  • Kehilangan pendengaran, bisa parsial atau total 
  • Kesulitan belajar, bisa sementara atau permanen 
  • Masalah dengan koordinasi dan keseimbangan 
  • Masalah dalam berbicara 
  • Penglihatan hilang, bisa sebagian atau total 
  • Epilepsi 
  • Lumpuh otak atau cerebral palsy, istilah umum untuk kondisi yang memengaruhi gerakan dan koordinasi tubuh
 
Mengalami Kehilangan Pendengaran
Komplikasi paling umum dari meningitis adalah kehilangan pendengaran. Tes pendengaran biasanya akan diberikan untuk memeriksa pendengaran orang yang baru pulih dari penyakit ini. Tes seharusnya dilakukan sebelum Anda dikeluarkan dari rumah sakit atau dalam waktu empat minggu setelah Anda merasa cukup sehat untuk melakukan tes. Pembahasan yang lebih lanjut tentang hasil tes bisa dibicarakan dengan dokter spesialis anak.
 
 
Kemunculan Gangren pada Meningitis
Toksin atau racun akan dihasilkan oleh bakteri yang masuk ke dalam darah akan membunuh jaringan sehat. Jaringan yang rusak parah akan mati dan menjadi gangren. Operasi pengangkatan jaringan gangren ini disebut sebagai debridemen. Untuk beberapa kasus yang parah, mungkin perlu mengamputasi satu bagian tubuh. Contohnya mengamputasi jari tangan, jari kaki, atau lengan. 
 
 
Efek Psikologis yang Ditimbulkan
Terutama pada anak-anak, mengidap meningitis bisa menjadi pengalaman yang traumatis. Banyak pola pikir dan juga perilaku yang bisa berubah. Efek psikologis yang mungkin terjadi adalah:
  • Mengompol 
  • Tidur terganggu 
  • Suasana hati labil 
  • Mimpi buruk 
  • Haus perhatian dan ingin selalu dekat dengan orang tersayang – misalnya, anak-anak merasa cemas saat tidak bersama orang tuanya. 
  • Mengembangkan rasa takut pada rumah sakit dan dokter 
  • Merasa tidak punya harapan dan murung 
  • Mudah marah atau agresif 
  • Marah secara tiba-tiba
 
Jika mengalami komplikasi psikologis atau mencemaskan soal perilaku anak Anda, konsultasikan dengan dokter. Selama proses pemulihan, efek ini akan berkembang pada Anda atau anak Anda seiring waktu. Bagi beberapa orang, mungkin perlu terapi tambahan untuk mengatasinya.
 
Layanan kesehatan mental atau perawatan seperti konseling atau terapi wicara, mungkin akan disarankan dokter Anda atau mereka akan memberi rujukan pada psikolog anak-anak.
 
 
Kebutuhan untuk Perawatan Intensif
Komplikasi juga bisa terjadi jika Anda dirawat secara intensif selama beberapa minggu. Setelah meninggalkan perawatan intesif, beberapa masalah yang biasanya terjadi adalah memiliki suara yang pelan, badan lemah, letih dan merasa depresi.
 
 
Pencegahan Meningitis
Meningitis adalah hasil dari infeksi yang menjalar. Bakteri atau virus yang menyebabkan meningitis bisa tersebar melalui batuk, bersin, ciuman, atau berbagi peralatan. Beberapa langkah awal untuk mencegah terjangkit meningitis adalah:
  • Mencuci tangan 
  • Berlatih hidup higienis 
  • Pola hidup sehat 
  • Menutup mulut saat bersin atau batuk 
  • Jika sedang hamil, berhati-hati dalam memilih makanan
 
Banyak kasus meningitis virus dan bakteri bisa dicegah dengan berbagai macam vaksin. Bicarakan dengan dokter jika Anda tidak yakin apakah vaksinasi Anda yang terbaru atau tidak. Vaksin yang sudah tersedia antara lain:
  • Vaksin MMR (campak, gondongan dan campak Jerman): Dapat diberikan pada umur 12 bulan, vaksin ulangan umur 5-7 tahun 
  • Vaksin pneumokokus (PCV): Usia di bawah 1 tahun diberikan setiap dua bulan sekali, di atas dua tahun cukup diberikan sekali 
  • Vaksinasi DTaP/IPV/Hib: Perlindungan pada bakteri Hib, difteri, batuk, tetanus dan virus polio
Vaksin meningitis belum termasuk jadwal imunisasi anak tetapi dapat didapatkan di Indonesia. Konsultasikanlah dengan dokter Anda jika menginginkan vaksin tersebut.

Penerapan Vaksin Meningitis Untuk Perjalanan
Bakteri Neisseria meningitidis (meningokokus) jarang ditemukan di Indonesia. Sehingga banyak orang Indonesia yang tidak memiliki kekebalan terhadap bakteri tersebut. Vaksinasi sangat dianjurkan bagi orang Indonesia yang bepergian ke wilayah berisiko tinggi. Daerah yang berisiko tinggi atau daerah asal bakteri ini adalah Arab Saudi dan sebagian Negara-negara di Afrika. Calon peserta Umroh diwajibkan untuk menerima vaksin meningitis sebelum berangkat untuk mencegah terkena meningitis.
 
 
Mengunjungi tempat dengan risiko tinggi terjangkit meningitis
Sangat disarankan untuk melakukan vaksinasi terhadap meningitis grup A, C, Y dan W135, jika bepergian ke daerah berisiko tinggi. Terutama jika Anda membuat rencana seperti di bawah ini:
  • Tinggal dengan warga setempat di area padat untuk mengikuti ibadah Haji atau Umroh di Arab Saudi 
  • Melakukan aktivitas berlebih di area Haji di Arab Saudi, menjadi pekerja musiman atau sebagai TKI 
  • Tinggal lebih lama dari sebulan sebagai wisatawan beransel
 
Pemberian Vaksinasi
Untuk bayi yang berusia antara dua bulan hingga dua tahun, dosis awal vaksin harus diikuti dengan dosis kedua tiga bulan berikutnya. Vaksin meningitis tidak cocok untuk bayi yang berusia kurang dari dua bulan.
 
Saat mereka pertama kali vaksinasi untuk anak di bawah lima tahun, vaksin memberi perlindungan selama dua hingga tiga tahun. Satu dosis vaksin akan memberi perlindungan sekitar lima tahun bagi orang dewasa dan anak-anak berusia di atas lima tahun.
 
Untuk melindungi Anda dari meningitis grup A, C, Y, dan W135 dibutuhkan vaksinasi meningokokus ACYW135. Vaksinasi harus diberikan dua hingga empat minggu sebelum Anda bepergian sekitar.
 
 
Efek Samping dari vaksinasi
Satu dari sepuluh orang yang disuntik vaksin ACWY akan mendapatkan rasa sakit dan ruam di sekitar luka suntikan. Biasanya efek samping ini akan bertahan selama satu sampai dua hari. Reaksi yang gawat jarang sekali terjadi, tapi demam ringan bisa muncul. Kondisi ini lebih sering dijumpai pada anak-anak daripada orang dewasa.


Sumber Artikel: http://www.alodokter.com/meningitis


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 9:56 PM

0 comments:

Post a Comment